Selasa, 30 September 2008

Jadi Pemimpin di Usia Muda

Muda, energik, punya kedudukan tinggi dan tentunya berpenghasilan besar. Mungkin itu impian banyak orang saat melamar kerja. Bukan tidak mungkin, karena, saat ini semakin banyak saja pimpinan perusahaan ternama masih muda usia. Tapi tentunya, mereka bisa mencapai level tersebut karena memiliki kualitas tertentu. Nah, bagaimana bisa mencapainya? Beberapa tips berikut bisa Anda terapkan agar impian Anda terwujud.

Kerja saat kuliah
Kalau berambisi jadi pimpinan di usia yang relatif muda, salah satunya dengan merintis karier sejak dini. Tidak ada salahnya selagi masih kuliah, sudah nyambi bekerja di suatu perusahaan. Cari pengalaman kerja sebanyak-banyaknya. Untuk itu, cobalah magang di beberapa perusahaan. Atau bisa juga dengan aktif di organisasi. Jadi, begitu lulus, Anda sudah punya bayangan tentang dunia kerja.
Hasil suatu penelitian juga menunjukkan, bahwa fresh graduate tanpa pengalaman kerja atau tanpa pengalaman berorganisasi, agak sulit beradaptasi dengan ritme pekerjaan. Mereka biasanya sangat idealis dan kurang bisa memberikan solusi yang tepat dan realistis.
Hanya saja, perlu diperhatikan, tetaplah fokus pada kuliah. Jangan sampai gara-gara asyik bekerja, Anda jadi lupa menyelesaikan studi. Sayang kan, kalau tinggal selangkah lagi gelar gagal sampai di tangan. Jangan lupa, level pendidikan juga turut diperhitungkan saat dipromosikan jadi pimpinan.

Keep learning
Segala sesuatu akan terus berkembang. Termasuk pekerjaan. Kalau sebagai karyawan kita tidak mau mengembangkan diri, bisa-bisa karier kita jalan di tempat. Untuk bisa maju kita harus bisa mengikuti perkembangan teknologi atau ilmu pengetahuan terbaru. Ilmu manajemen pun selalu berubah. Belum lagi jika perusahaan Anda bergerak di bidang yang inovatif, seperti teknologi informasi, pertelevisian, broadcasting, desain produk dan sebagainya. Anda harus siap untuk terus-menerus belajar dan menerima ilmu-ilmu baru yang berkaitan dengan pekerjaan.

Be a fast learner
Selain harus selalu mempelajari hal-hal baru, kita juga dituntut untuk bisa belajar secara cepat. Artinya, saat mengadaptasi pengetahuan baru, kita bisa cepat mengerti dan mengaplikasikannya dalam pekerjaan. Seringkali, yang membuat karyawan sulit berkembang adalah karena kemampuannya menyesuaikan diri dengan perubahan sangat lambat. Juga ia tidak mampu menyerap pengetahuan baru dengan cepat.
Nah, sebagai calon pemimpin, Anda sebaiknya mempersiapkan diri dengan selalu meng-upgrade diri sendiri dengan cepat. Jadi, seandainya bos Anda memberi proyek baru, segeralah cari informasi dan pelajari semua hal berkaitan dengan proyek tersebut. Anda akan terlihat profesional dan kreatif.

Asah keterampilan komunikasi
Jangan anggap remeh skill yang satu ini, Meskipun Anda lebih sering bekerja di belakang meja, tetapi komunikasi harus tetap jalan terus. Tidak perlu muluk untuk bisa berakrab ria dengan atasan. Kembangkan dulu komunikasi antar rekan kerja satu departemen, lalu meluas ke departemen lain. Siapa tahu dari jalur komunikasi yang kita bangun, kita bisa memperoleh dukungan dari rekan-rekan kerja.
Orang yang sulit berkomunikasi sering dinilai negatif oleh atasan. Jangan-jangan punya gangguan jiwa, atau penyakit serius lainnya. Jangan sampai deh!

Work smart not hard
Jangan cuma bekerja keras sampai terus-menerus lembur tanpa istirahat. Seorang manajer yang hebat bukanlah orang yang selalu pulang malam. Tapi karena ia mampu mendelegasikan tugas dengan baik. Memang, salah satu kualitas yang dicari dari pemimpin adalah kemauan bekerja keras. Tetapi, patut dicatat, kerja keras ini harus disertai kerja cerdas. Maksudnya, bisa mencari solusi-solusi kreatif dari permasalahan yang ada. Misalnya, bagaimana bisa memanage waktu kita dengan baik agar tidak terjadi penumpukan tugas, bagaimana menyelesaikan keluhan pelanggan, dan sebagainya. Dengan bekerja cerdas, hasil kerja yang dicapai akan lebih baik. Dan pastinya, promosi akan lebih cepat sampai ke meja kita.

Jadi, sudah siapkah Anda melaju dalam karier?


“Sales Magic for Job Seeker”

Laskar Pelangi

mimpi adalah kunci

untuk kita menaklukkan dunia

berlarilah tanpa lelah

sampai engkau meraihnya


laskar pelangi

takkan terikat waktu

bebaskan mimpimu di angkasa

warnai bintang di jiwa


menarilah dan terus tertawa

walau dunia tak seindah surga

bersyukurlah pada Yang kuasa

cinta kita di dunia

selamanya


cinta kepada hidup

memberikan senyuman abadi

walau hidup kadang tak adil

tapi cinta lengkapi kita


laskar pelangi

takkan terikat waktu

jangan berhenti mewarnai

jutaan mimpi di bumi

menarilah dan terus tertawa

walau dunia tak seindah surga

bersyukurlah pada Yang kuasa

cinta kita di dunia


laskar pelangi

takkan terikat waktu…

By Nidji

Selasa, 09 September 2008

Jalan Menuju Roma

Kita Semua mempunyai pilihan dalam hal cara menjalani hidup kita. Tak ada istilah "tidak bisa", yang ada hanya "mau" atau "tidak mau". yang penting bagi kita semua adalah tahu mengapa kita sedang bergerak mengikuti siklus atau tidak,Khususnya, saat kita bertemu dengan Rubicon. Mungkin ada sejumlah alasan yang bagus sekali untuk tidak mencoba-coba dalam hal sudah bagus karena kita mempunyai gagasan dan lebih bagus lagi karena kita memutusakan tidak menjalankannya.
Bagaimanapun,sering alasan kita tidak begitu kuat. kita cemas tentang hasil-hasil yang tampaknya tidak berpeluang menjadi kenyataan atau takut karena kita tidak melihat jaminan bahwa jalan yang ditempuh akan menuju kebahagiaan. Cari aman aj dech... !
Ini alasan buruk. keputusan untuk tidak menyeberangi Rubicon karena alasan2 yang keliru merupakan penyebab mengapa orang memandang ke masa lalu mereka sambil berguman, "andai..." kita semua, yang memandang ke belakang kemudian bangga dengan apa yang telah kita kerjakan berarti sudah pernah menyeberangi Rubicon, entah sekali atau barangkali sering.
Ada sebuah pepatah latin yang terkenal, Carpe Diem, yang klo diperjemahkan berarti "Nikmati hari ini". pertanyaan yang harus anda ajukan kepada diri sendiri setiap kali harus menyeberangi Rubicon, adalah "Caesar" semegah apa yang ingin anda raih?


(The Mind Gym)